mendengar
Manusia di karuniai dua buah telinga dan satu mulut. Bahwa lebih bijaksana jika kita banyak mendengar daripada berbicara. Sebagian orang percaya bahwa seni berkomunikasi adalah mendengar. Mengapa mendengar maenjadi begitu penting dalam proses komunikasi kita?
Dalam bahasa inggris ada dua kata mendengar “hear ” dan “listen”. Dalam kamus ind-ing karangan John M. E. dan Hassan Shadily kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti mendengar tidak ada perbedaanya. Namun demikian kata tersebut mempunyai perbedaan contohnya ada kata “listener” tetapi tidak ada kata “hearer”. “Listen” lebih mengarah kepada kemampuan untuk mendengar dengan disertai perasaan empati. Hal yang sulit dilakukan oleh orang-orang jaman sekarang yang sering mengeluh tentang pendeknya waktu atau mungkin lebih karena sikap egois kita yang hanya ingin memonopoli semua komunikasi yang sedang berlangsung.
Percayalah bahwa mendengar itu adalah sebuah seni! Berfokuslah pada apa yang diucapkan, jangan melakukan interupsi. Jangan asal-asalan mendengar. Jangan besikap sok tau. Dan jika kita merasakan suatu gairah meluap karena kita ingin menimpali perkataan lawan bicara kita, tahanlah itu sampai dia benar-benar menyelesaikan pembicaraan. Pokoknya tidak ada interupsi yang boleh terjadi. Kita bisa menjadi pendengar yang baik dengan memperhatikan gerak tubuh, ekspresi wajah atau maksud yang tidak kelihatan. Timpalilah setiap perkataan dengan senyuman, anggukan, menanggapi dengan kata “ok.. saya mendengar” atau bertanya.
Kita bisa menjadi pendengar yang baik dengan menjadi seperti cermin. Cermin maksudnya adalah kita mengulang kembali sebagian apa yang dikatakan lawan bicara kita. Si pembicara akan merasa bahwa kita mengikuti sepenuhnya percakapan yan sedang berlangsung. Misalnya saja :
Audrey : “Tadi gue mengalami kejadian yang amat buruk..”
Henry : “kejadian buruk apa yang lo alami?”
Audrey : “Nilai kalkulus gue cuma dapet C ”
Henry : “Dapet C ya, kenapa bisa seperti itu?”
Audrey : “Gue harus bantu jaga mami gue yang sakit pas ujian semester”
Henry : “gue turut prihatin atas mami lo..”
Sering kali orang yang curhat kepada kita tidak memerlukan solusi yang terlalu banyak dari kita. Mereka hanya butuh didengar. Oleh sebab itu pasanglah telinga baik-baik maka anda akan mendapatkan kejutan-kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Keinginan untuk mengetahui maksud dari lawan bicara kita menjadi modal kita dalam mendengar. Katakanlah kepada diri anda sendiri “tutup mulutmu! Dan mulai cari tahu apa yang hendak disampaikanya.”. Dengan begitu kita bisa berempati kepada orang lain. Beberapa orang memiliki cara yang buruk dalam menyampaikan suatu pesan. Namun demikian mereka selalu menyampaikanya dengan berbagai bahasa selain dengan kata-kata. Tugas kita adalah menangkapnya dengan segala panca indra dan perasaan kita. Kita akan mendapat banyak informasi dan itu akan membantu kita memberikan solusi kepada orang lain.
Cobalah untuk mendengar.. sudah terlalu banyak orang yang ingin didengarkan tetapi sedikit yang mau didengar. Mendengar adalah suatu perbuatan baik yang akan memberikan effek menyenangkan bagi diri kita sendiri. Selamat mendengar!
Add comment Maret 8, 2008





